Block

Enter content here...


Send

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
Kamis, 05 September 2013
PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mulai melakukan uji eksplorasi untuk persiapan pembangunan jaringan transportasi massal. Uji eksplorasi yang dimulai pada 31 Agustus lalu tersebut ditargetkan rampung pada 15 September mendatang.
System Testing GPR
System Testing GPR
Proses pekerjaan yang akan berlangsung hingga 15 September mendatang ini menggunakan alat bernama Ground Penetrating Radar (GPR). “Sehingga tidak perlu bongkar jalan,”.
Insinyur lulusan Institut Teknik Bandung ini menerangkan GPR merupakan metode pencitraan bawah tanah dengan menggunakan teknik elektromagnetik yang dirancang untuk mendeteksi obyek yang terkubur. Bahkan GPR bisa mengukur kedalaman objek tersebut.
GPR juga dapat digunakan untuk mengetahui kondisi dan karakteristik permukaan bawah tanah tanpa mengebor ataupun menggali tanah. Pengujian dilakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Hanya ada dua titik yang menjadi fokus utama yaitu sekitar jembatan layang Sudirman dan jembatan Kali Krukut.
Ilustrasi GPR Test
Ilustrasi GPR Test
Sistem GPR, terdiri atas pengirim (transmitter), yaitu antena yang terhubung ke sumber pulsa (generator pulsa) dan bagian penerima (receiver). Keduanya terhubung ke unit pengolahan serta display sebagai tampilan outputnya.
Transmiter memiliki ukuran sebesar televisi 14 inchi sedangkan yang lebih besar, receiver, seukuran televisi 21 inchi. Transmiter ini dipasangi roda sehingga bisa digunakan untuk menyisir jalanan.
Pencitraan tersebut juga akan menggambarkan bagaimana karakteristik dari jaringan yang ada di bawah tanah suatu kawasan. “Sehingga saat akan dilakukan pengeboran terowongan MRT tidak salah dan tahu kontur sekitar,”.
Cara kerja alat ini adalah, pengirim memancarkan sinyal ke dalam tanah. Sinyal ini akan selalu dipantulkan ke penerima jika membentur benda. Hanya, sinyal yang dipantulkan akan lemah kalau yang ditabrak masih sesama tanah.
GPR Instrument
GPR Instrument
Sinyal akan memantul kuat jika benda yang ditabraknya memiliki karakter berbeda dengan tanah. Pantulan ini lah yang akan diolah dan ditampilkan di display khusus agar mudah dilaporkan.
GPR juga bisa mengukur kekuatan dari fondasi jembatan dan bangunan yang ada. Sehinggah bisa diambil langkah antisipasi saat akan melakukan pengeboran di bawah jembatan.
Pekerjaan uji ini, tidak dilakukan setiap hari. Pengujian hanya dilakukan pada Sabtu hingga Rabu. Kemudian, data akan diolah untuk diambil kesimpulan sementara.
Contoh Hasil Pencitraan dari GPR
Contoh Hasil Pencitraan dari GPR

0 komentar: