Block

Enter content here...


Send

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
Sabtu, 28 Maret 2015



Pernah Bertemu di Amerika, Agnes Monica Ucapkan Selamat Datang di Jakarta pada Personel 1D

Pernah Bertemu di Amerika, Agnes Monica Ucapkan Selamat Datang di Jakarta pada Personel 1D

BOYBAND asal Inggris One Direction, untuk pertama kalinya akan menggelar konser di Jakarta.
Konser One Direction bakal berlangsung di Gelora Bung Karno, Senayan, pada Rabu (25/3).
Agnes Monica atau AgnezMo, mengucapkan selamat datang kepada salah satu personel One Direction, Harry Styles. Hal ini disampaikannya melalui akun Twitter.

"Welcoming @Harry_Styles to my hometown, JAKARTA!! It's been a while since we last met in LA! Hope u have a great time (Selamat datang Harry Styles di kota asalku, Jakarta. Sudah agak lama sejak pertemuan kita dI
 Los Angeles. Semoga kamu senang)," tulis Agnes, Selasa (24/3).
Tak dijelaskan kapan dan dalam acara apa Agnes bertemu Harry. Agnes sendiri sepertinya masih berada di Amerika.
Konser One Direction yang digelar besok malam minus satu personel, Zayn Malik.
Foto Ini Konon Penghormatan Terakhir Dokter yang Hampir Setahun Merawat Olga Syahputra

Dokter-dokter Mount Elizabeth Hospital Singapura membungkukkan badan melepas kepergian Olga Syahputra (Twitter)
Sebelum dipulangkan ke Jakarta, dokter-dokter yang hampir setahun merawat Olga di rumah sakit itu kompak memberikan penghormatan terakhir.
Dalam sebuah foto yang diunggah seorang netizen di Twitter tampak sejumlah dokter mengelilingi jenazah Olga Syahputra.
Mereka membungkukkan badan sebagai tanda melepas kepergian Olga.
"Penghormatan terakhir dokter RS mount elizabeth buat @OlgaSyahputra82 selamat jalan olga #RIPOlgaSyahputra," begitu tulis netizen

Ini Penjelasan Farhat Abbas Soal Kabar Duka Meninggalnya Olga Syahputra

 

FARHAT Abbas menyebarkan kabar duka meninggalnya komedian Olga Syahputra lewat Twitter, Jumat (5/12) pagi.
Ini Penjelasan Farhat Abbas Soal Kabar Duka Meninggalnya Olga Syahputra
Dalam kicauanya di akun @Farhatabbaslaw, Farhat mendoakan Olga dan menyesalkan pihak keluarga dan manajemen yang sengaja menutup-nutupi.
Tidak hanya menyampaikan rasa duka, pengacara kontroversi itu juga memberi penjelasan beberapa kicauanya soal kabar Olga meninggal.
Berikut, klarifikasi Farhat melalui akun Twitter miliknya beberapa jam lalu:
1. Simpang siur Informasi tentang Olga koma, stroke, lumpuh, mati suri, cacat beredar dari dulu, pihak keluarga pun merahasiakan keberadaan Olga.
2. Sah-sah saja sebagai teman (selebriti ) saya menulis turut berduka atas kepergian Olga, semoga yang mengaburkan berita atau menguburkannya diampuni.
3. Karena selama ini beritanya kabur bahkan seperti dikaburkan. Masyarakat perlu kepastian tentang benar tidaknya kondisi Olga terakhir.
4. Ketika media mengejar saya dan bertanya apa betul Olga meninggal? Saya menjawab: "Kok bertanya kepada saya? Tanyakan pada keluarga & manajernya."
5.Sangat salah jika mereka membalikkan kepada saya untuk menjelaskan bahwa saya penyebar berita tentang kematian Olga! Saya hanya menyampaikan ucapan duka.
6. Sederhana kok, jika mereka dapat menjelaskan di mana & keadaan Olga yang sebenarnya? Jika mati, di mana makamkan? Jika masih hidup di mana dirawat?
7. Jika ditanya jujur? Apa kabar yang saya dengar? Saya akan jawab, infonya pihak keluarga & manajemen sangat sayang & cinta dengan Olga.
8. Jikapun Olga telah tiada mereka tetap tidak ingin mengumumkan kesedihan itu, bagi mereka Olga abadi dan selamanya, takdir ini pahit.
9. Perlu kejujuran & keterbukaan untuk hal-hal tersebut, hidup & mati rahasia Tuhan, bukan rahasia manusia.
10. Mohon jangan salah mengerti atau salah tafsir, bukan pengumuman duka Olga, tapi turut berduka atas musibahnya Olga.
11. bukan mendoakan agar Olga mati, tapi ingin berdoa agar jangan sampai ketinggalan waktu berdoa dan informasinya.

 

 SELAMAT JALAN OLGA SYAHPUTRA

http://images.detik.com/content/2015/03/28/230/dorcedalem.jpg 




Dorce saat di rumah duka Olga Syahputra 
Jakarta -
Dorce mengaku sempat marah ketika mendengar kabar meninggalnya Olga Syahputra. Hal itu dikarenakan, ia seringkali mendapatkan kabar palsu tentang meninggalnya presenter kocak itu.

"Saya sempet marah orang broadcast berita Olga meninggal, saya kira bercanda, tapi kali ini saya kecolongan. Di situ orang turut berduka cita, saya tanya yang broadcast, dia berani sumpah, suruh saya liat tv, dan itu benar," ujar Dorce saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (28/3/2015).

Sosok Olga selalu diingat oleh Dorce. Dorce sendiri juga mengaku pernah memberi pesan pada pria kelahiran 8 Februari 1983 itu yang kerap bercanda lewat omongan pedasnya.

"Kekonyolannya, ngomongnya pedes, saya sempet mengingatkan dan bilang ke Olga 'mulutmu harimaumu'. Ada orang yang menerima dan tidak terima omongan pedasnya kemudian sakit hati. Kalau ada yang sakit hati mudah-mudahan dimaafin Olga-nya," tuturnya.

Berbagai kenangan tak dapat dilupakan Dorce saat bersama Olga. Dorce mengatakan, ia sudah menganggap Olga seperti anaknya sendiri.

"Banyak (kenangan), kita pernah jalan berdua, udah seperti emak dan anak. Dia boleh kurang ajar sama artis, tapi sama saya nggak. Dia menempatkan saya sebagai ibu. Saya dituain sama teman-teman seusia Olga," pungkas Dorce yang mengenakan hijab hitam itu.

Kamis, 12 Februari 2015
     MENGAMPUNI DENGAN SEGENAP HATI
 Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,
Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa kita sudah masuk di bulan kedua dalam tahun 2015. Mazmur 32:8, ”Mata Tuhan tertuju kepada kita, Dia mau mengajar. Dia mau menasehati, Dia mau menunjukkan jalan yang harus kita tempuh.” Kita bisa menangkap tuntunan dan nasehat Tuhan kalau mata kita tertuju kepada Dia. Memasuki tahun 2015 Tuhan menuntun kita dengan sebuah tema dan bukan hanya sekedar slogan, yaitu: ”Ini adalah tahun pelipatgandaan mujizat!”


Sesuai dengan Efesus 3:20 dan Kisah 2:19-20 bahwa tentang pelipatgandaan mujizat ini:
    •  Tuhan Yesus Sendiri Yang Melakukan Ini bukan pekerjaan manusia.
    •  Respon Kita Harus Benar Buka hati dan izinkan Dia masuk dan menjadi Raja dalam kehidupan kita. Yang Tuhan maksudkan dengan pelipatgandaan mujizat adalah:
    •  Pelipatgandaan Anugerah. Yaitu meliputi perkenanan, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesehatan, berkat secara materi, kesembuhan dari sakit penyakit. Amin!
    •  Pelipatgandaan Goncangan. Artinya, ”Goncangan boleh datang, tetapi aku percaya Engkau tetap besertaku!” Amin! Ke depan ini apa yang harus kita lakukan?
    TAHUN DOUBLE SABBATH
Kita sedang memasuki tahun Yahudi Ayin Hey, yaitu tahun 5775; Tahun Double Sabbath. Tahun Sabat adalah tahun ke-7 yang artinya membiarkan atau melepaskan. Tahun di mana Tuhan memerintahkan para petani Israel berhenti mengerjakan tanahnya. Tanahnya harus dibiarkan, dilepaskan, tidak ditanami, tidak diolah dan petani itu sendiri beristirahat.  Memasuki Tahun Double Sabbath, ada 2 hal yang harus kita lakukan,
 yaitu :

    1. Beristirahat Dalam Hadirat Tuhan
      Masuk masa perhentian dalam doa, pujian, penyembahan dan membaca Alkitab. Berikan lebih banyak waktu untuk ini. Siapa yang berdoa dan membaca Alkitab setiap hari? Biarlah Saudara semua melakukan kedua hal tersebut setiap hari.Mungkin ada yang mengira bahwa Firman Tuhan itu cukup datang dari pendeta, atau dari buku. Sesungguhnya Saudara harus membaca Alkitab, dengan demikian Tuhan akan berbicara langsung kepada Saudara. Ini artinya Saudara masuk masa perhentian dalam hadirat Tuhan.
    2. Hanya Berharap Kepada Tuhan
      Mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas di mana Kristus tinggal, di sebelah kanan Allah Bapa dan bukan yang di bumi. Tentunya Saudara bertanya, “Saya hidup di bumi, bagaimana saya tidak memikirkan hal-hal yang di bumi?”. Betul! Tetapi, apa pun yang Saudara lakukan itu harus sesuai dengan hal-hal yang di atas. Amin!
    BERJAGA-JAGA
      Tuhan sering berkata kepada saya, “AKU akan datang lebih awal, lebih cepat dari apa yang mereka duga!”. Kita harus bersiap-siap. Amin! Sampath Kumar dari UCM India  2 x menulis surat kepada saya. Yang pertama di bulan November dan yang kedua menyusul di bulan Januari. Dia menulis: “Rasul Niko, kami membutuhkan doa Anda karena Tuhan sedang melakukan sesuatu yang unik. Yaitu, “Ini saatnya bagi kebangunan rohani. Ini saat untuk Pentakosta berikutnya.” Kata ‘Pentakosta berikutnya’, itulah yang membuat saya tersentak. Karena selama ini saya selalu menyinggung tentang Pentakosta yang ke-3. Dalam suratnya itu dia memberikan data-data dan nubuatan-nubuatan untuk mengingatkan saya:
    1. William J. Seymour
      Adalah seorang hamba Tuhan yang berperanan dalam peristiwa Azusa Street pada tahun 1906 yang mencetuskan gerakan Pentakosta Kharismatik melalui pencurahan Roh Kudus yang luar biasa. Pada tahun 1910 dia menyampaikan nubuatan dari Tuhan, “AKU akan mencurahkan Roh-KU lagi setelah 100 tahun dengan kemuliaan Allah – Shekinah Glory dengan porsi 2x lipat!”. Itu berbicara tentang hari-hari ini.
    2. Arthur Burt
      Seorang hamba Tuhan dari Wales – Inggris pada tahun 1934 yang nubuatannya adalah bagi kebangunan rohani di akhir zaman. Nubuatannya ini seperti sebuah puisi, “Akan datang hembusan nafas dan nafas tersebut akan membawa angin. Dan angin tersebut akan membawa hujan dan hujan akan membawa banjir. Banjir-banjir akan membawa semburan dan semburan-semburan. Jadi mereka yang diselamatkan akan seperti daun yang berguguran dari Pohon Ek yang kuat karena disapu oleh badai yang dahsyat. Lengan dan tungkai akan turun dari Sorga tanpa surut.” ‘Daun yang berguguran dari Pohon Ek’ berbicara tentang mereka yang tadinya terikat oleh kuasa kegelapan akan disapu oleh badai yang dahsyat dan mereka berguguran. Artinya, mereka diselamatkan! Hamba Tuhan ini sudah dipanggil Tuhan pada Juli 2014 yang lalu setelah dia berkata bahwa dia sudah melihat gerakan awal dari kebangunan rohani.
    3. Bob Jones
      Tuhan berkata kepada Bob Jones bahwa dia akan melihat permulaan kebangunan rohani dan dia berkata itu sudah dimulai sejak November tahun 2013. Dan beliau dipanggil Tuhan bulan Februari tahun 2014. Setiap kali saya hadir di SICC dan masuk ke Menara Doa, saya pasti akan berdoa, menumpangkan tangan pada bola dunia besar yang ada di sana  dan memperkatakan Habakuk 2:14, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” sebanyak 3 kali; lalu setelah itu mendeklarasikan, “Itu adalah Pentakosta yang ke-3, Tuhan. 3 generasi dipakai Tuhan secara luar biasa. Mujizat-mujizat terjadi, goncangan-goncangan juga terjadi tetapi penuaian jiwa besar-besaran juga terjadi. Dan Engkau segera datang untuk kali yang kedua.” Sudah hampir setahun saya tiap kali memperkatakan hal ini dan surat itu merupakan satu konfirmasi.
    Tanggal 30 Agustus tahun lalu, seorang hamba Tuhan dari Church of God, yang juga dari World Mission; khusus datang kepada saya untuk bertemu, dan menyampaikan pesan bahwa kita harus berdoa, berdoa, berdoa untuk kebangunan rohani dunia. Mendengar pesan tersebut, saya bersukacita, sebab sudah lama saya berdoa untuk mendapat partner lagi dalam mendoakan kebangunan rohani dan ternyata tidak jauh-jauh, partnernya adalah partner kita juga. Church of God itu ada di 178 negara dan kita termasuk salah satu pimpinan di sana. Dan sudah saya umumkan, bahwa sejak tgl 12 Januari yang lalu agar kita semua bersama-sama dengan bangsa-bangsa setiap hari berdoa untuk kebangunan rohani. Mari doakan setiap hari, “Tuhan berikan jiwa-jiwa, biar kebangunan rohani terjadi!” Sejak awal Tuhan menyuruh saya menanam gereja ini, yang ada di hati saya itu adalah kebangunan rohani. Dan dengan jumlah jemaat yang begitu besar yang Tuhan percayakan kepada kita dan juga dampak terhadap gereja-gereja lain di mana kita berpartner serta berjejaring dengan mereka; saya melihat penuaian itu dan hati saya begitu bersukacita. Akhir-akhir ini agak menurun rasanya. Tetapi ketika saya mendengar ini, roh saya kembali menyala-nyala, sebab saya tahu ini saatnya kebangunan rohani terakhir yang tidak akan pernah terjadi lagi. Sebab Dia akan segera datang untuk kali yang kedua.
    GONCANGAN DAN PEPERANGAN ROHANI
    Ketika Chuck Pierce datang ke tempat ini pada tanggal 17 yang lalu, dia memperkatakan bahwa Indonesia digoncang sampai menjadi Negara Domba. Kita harus memilih, mau menjadi Negara Kambing atau Negara Domba? Menjadi ‘Negara Domba’ bukan berarti menjadi negara Kristen, tetapi menjadi negara yang menurut kepada perintah Tuhan. Sebelum kita menuruti apa yang Tuhan mau, maka goncangan ini akan terus terjadi. Dia memprediksi bahwa goncangan ini akan terus menerus sampai pertengahan tahun; sampai benar-benar kita menjadi ‘Negara Domba’ yang menuruti apa yang Tuhan rencanakan. Berbicara tentang peperangan rohani, hari-hari ini doa saya di Menara Doa bertambah satu lagi, yaitu: “Hai penguasa-penguasa di udara, dari utara, selatan, barat dan timur, aku perintahkan di dalam Nama Tuhan Yesus, lepaskan jiwa-jiwa! Jangan tahan-tahan!” Jadi saya menantang! Dan apa yang terjadi? Peperangan rohani! Targetnya adalah nyawa saya di mana pada waktu itu tubuh saya secara fisik dihantam! Tidak masalah, sebab itu memang harga yang harus saya bayar. Dan apa hasilnya? Akan banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan! Akan banyak jiwa-jiwa yang disembuhkan! Tanggal 3 dan 4 Februari akan ada KKR di Balikpapan bersama Ps. Yonggi Cho dan serangan yang luar biasa datang kepada saya, tetapi kepada iblis saya katakan, “Percuma menyerang saya! Saya akan terus berangkat dan kamu akan melihat, hai penguasa-penguasa di udara, hai Iblis bahwa akan banyak yang bertobat dan banyak orang yang disembuhkan!”.  
     
    Ada 4 hal yang harus kita lakukan menghadapi goncangan dan peperangan rohani, yaitu:
    1.  Berdoa untuk kebangunan rohani setiap hari.
    2.  Membaca Mazmur 91 setiap hari.
    3.  Merenungkan tentang peperangan rohani antara Tuhan Yesus melawan Iblis (Matius 4:1-10)
    a. Pencobaan Pertama (Matius 4:3,4)
    Di tengah Dia lapar, Iblis datang dan berkata, “Kalau Engkau Anak Allah, jadikan batu-batu ini roti!”. Tuhan Yesus tmenjawab, “Hai Iblis, ada tertulis manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah!”. Iblis akan berusaha mengintimidasi kita semua pada waktu kita ‘lapar’ seperti, “Kamu tidak punya pekerjaan, kamu kekurangan, kerja dong…!”. Betul soal ‘bekerja’ nya, tetapi ini lain! Karena bekerjanya itu harus banting tulang, kepala menjadi kaki dan kaki menjadi kepala; dan Iblis berkata, “Hanya itu yang bisa membuat kamu hidup! Yang lainnya tidak bisa. Hanya roti, karena itu cari roti…cari roti!”. Hari-hari ini kita lihat orang Kristen dibuat bulan-bulanan oleh Iblis gara-gara mengikuti itu. Mereka kadang-kadang sampai lupa atau kurang berdoa karena tidak ada waktu. Padahal Yesus berkata, “Jangan kamu kuatir apa yang akan kamu makan, apa yang kamu minum dan yang kamu pakai, semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya…semuanya…apa yang Saudara butuhkan akan ditambahkan kepadamu!” (Matius 6:26-33)
     b. Pencobaan Kedua (Matius 4:5-7)
      Lalu Iblis membawa Tuhan Yesus ke bubungan Bait Allah yang tinggi, dan berkata, “Kalau kamu Anak Allah, jatuhkan diri-Mu ke bawah sebab ada ayat yang berkata mengenai Engkau, Dia akan mengirimkan malaikat-malaikat-Nya untuk menatang Engkau di atas tangannya supaya kaki-Mu tidak terantuk kepada batu!”. Iblis mengutip Mazmur 91 dan dia hafal ayat-ayat Alkitab. Karena itu, kalau Saudara tidak membaca Alkitab, Iblis itu tahu dan dia akan menyesatkan kita dengan perbedaan yang begitu tipis. ”Kamu Anak Allah kan? Tidak apa-apa, jatuhkan saja diri-Mu ke bawah, malaikat-Nya akan melindungi!” Tetapi Yesus berkata,“Hai Iblis, ada tertulis: jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu” Saudara, ternyata kalau kita melakukan itu artinya kita mencobai Tuhan.
      Kalau orang naik ke tempat yang tinggi dan menjatuhkan diri ke bawah; sesuai dengan hukum gravitasi orang itu pasti jatuh dan mati. Tetapi tipuan Iblis berkata, “Oh tidak, tidak akan apa-apa sebab kamu anak Allah!” Hukum gravitasi adalah Tuhan yang membuatnya, jangan dilawan meskipun kita adalah anak Allah. Sekarang banyak yang berkata, “Kamu berbuat dosa? Tidak apa-apa. Kamu anak Allah kan? Orang Kristen? Tidak apa-apa, tetap selamat!” Itu nilainya sama dengan ini. Tuhan Yesus memuji Jemaat di Efesus dalam Wahyu 2, “AKU memuji engkau karena engkau membenci perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus yang juga AKU benci.” Jadi bukan benci kepada pengikut Nikolaus tetapi terhadap perbuatannya. Nikolaus mengajarkan, “Kalau seorang percaya hidup dalam perzinahan, tetap selamat!”, padahal Firman Tuhan tidak berkata demikian. Itu mencobai Tuhan!
    c.  Pencobaan Ketiga (Matius 4:8-10)
    Setelah itu Tuhan Yesus dibawa naik ke atas gunung yang tinggi dan diperlihatkan kerajaan dunia dengan segala kegemerlapannya. Iblis berkata, “Dunia dan segala kegemerlapannya sudah diberikan kepadaku….dan aku bisa memberikan kepada siapa saja yang aku kehendaki. Kalau kamu mau menyembah aku, aku akan memberikan ini”. Tuhan Yesus langsung berkata, “Enyahlah Iblis, sebab ada tertulis engkau hanya menyembah kepada Tuhan Allah dan kepada Dialah engkau harus berbakti.” Kita tidak boleh menyembah yang lain-lain, hanya kepada Dia sajalah kita berbakti. Iblis langsung pergi dan dia menunggu waktu yang tepat untuk kembali lagi. Salah satu sifat Iblis yang sepertinya bagus namun berbahaya adalah dia tidak pernah putus asa untuk membawa orang-orang masuk neraka. Jadi jangan mengira kalau kita menang hari ini, besok kita pasti bakal menang lagi, melainkan harus terus berjaga-jaga.

    4. Berdamai Dengan Orang Yang Mempunyai Ganjalan Kepada Kita
    •  Matius 5:21-22, Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” Marah di sini bukan artinya mengomel, tetapi adalah kemarahan yang mendendam sehingga menginginkan kemalangan orang itu. Mulutnya berkata, “Jahil!” yang artinya, “Tolol!”, tetapi hatinya itu mendendam dan menghendaki kecelakaan orang itu. Hati-hati! Sebab orang yang demikian akan diserahkan kepada neraka yang menyala-nyala!

HIDUP DIDALAM FIRMAN TUHAN


“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:1-3)
Kebiasaan setiap orang Kristen saat ditanya secara bersamaan pasti jawabannya iya/amin, tetapi jika ditanya perorangan, baru ketahuan orang tersebut benar-benar melakukan atau tidak. Hal ini juga terjadi dengan jemaat Tuhan saat ditanya apakah mereka membaca Firman atau tidak ternyata banyak jawaban bahwa mereka tidak membaca Firman Tuhan.
Hal ini sangat disayangkan ternyata banyak dari kita sebagai jemaat Tuhan tidak membaca Firman Tuhan setiap Hari. Dan mungkin ada juga yang memang tidak membaca Firman Tuhan sama sekali. Karena sesungguhnya ada berkat yang sangat luar biasa yang Tuhan sediakan kepada kita yang sungguh-sungguh membaca Firman Tuhan dan merenungkan dan memperkatakan Firman itu siang dan malam.
Ada 4 berkat sediakan bagi orang yang hidup didalam Firman Tuhan
1. Mengalami Tuntunan, Penyertaan dan Hubungan yang luar biasa dengan TUHAN / Hidupnya dituntun oleh Tuhan“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Saat kita membaca Alkitab, kita mengalami perjumpaan dengan TUHAN YESUS yang adalah Sang Firman itu sendiri. Dengan membaca Alkitab setiap hari, kita akan mengalami hubungan yang luar biasa dengan TUHAN. Kesaksian pada tahun 2002 dimana saat itu saya menempati sebuah rumah dimana disitu ada orang lain juga salain saya dan suami saya, suatu siang sy pulang dari gereja sy dan suami tidur siang, ternyata teman saya pulang langsung colokin alat untuk merebus air dan dia langsung tidur juga, nah hampir2 air didalam teko itu habis, saat itu saya sama suami tiba2 sepertinya ada orang yang menarik dari tempat tidur sehingga kami berdua langsung bangun, dan apa yang terjadi? Ternyata kami langsung keluar kamar dan air itu sudah hamper habis dan jika air itu sampai habis pasti alat itu meledak dan pasti kebakaran. Tetapi sebelum itu terjadi Tuhan sudah bangunkan kami inilah kami mengalami penyertaan Tuhan yg sangat luar biasa.
2. Mengalami Pertumbuhan Rohani.
“... tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya ...” (Mazmur 1:2-3).
Orang percaya yang kesukaannya membaca dan merenungkan Firman TUHAN, akan mengalami pertumbuhan rohani yang “subur” seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Firman ALLAH adalah kebenaran, karenanya membaca dan mempelajari Alkitab merupakan kegiatan yang memiliki dampak paling besar terhadap pertumbuhan rohani,  (kesaksian mulai saat teduh yang pakai lilin)
 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)
Kamis, 08 Mei 2014
Bacaan: Yosua 2:8-24
Bacaan Setahun: 2 Raja-Raja 21-23
Nats: Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah. (Yosua 2:11)

ANUGERAH-NYA YANG AJAIB
Di mata manusia mana mungkin pelacur memperoleh keselamatan. Diukur dari standar agama mana pun pelacur sangat tidak layak untuk menerima keselamatan. Namun, jika Tuhan berkenan menyelamatkannya, memangnya kenapa? Keselamatan bukanlah upah dari kebaikan manusia, melainkan pemberian Allah karena kasih dan anugerah-Nya semata. Anugerah yang direspon dengan iman. Oleh iman, manusia menyambut keselamatan itu. Anugerah-Nya memang ajaib.
Hal itu dialami oleh Rahab, seorang pelacur bangsa Kanaan. Ia mengakui bahwa Tuhan Allah Israel adalah "Allah di langit di atas dan di bumi di bawah" (ay. 11). Ini sebuah pernyataan teologis yang mendalam. Bagaimana Rahab memiliki pemahaman iman seperti itu? Ia tidak mendapatkan pendidikan teologia. Ia memperolehnya melalui penyataan Allah, melalui alam karya ciptaan-Nya dan melalui sejarah bangsa Israel yang sampai ke telinga bangsa Kanaan. Iman Rahab juga terlihat dengan jelas dari permintaannya kepada dua mata-mata Israel agar mereka menyelamatkan dirinya dan keluarganya ketika Tuhan menyerahkan Yerikho ke dalam tangan Israel kelak. Ini adalah pernyataan iman yang dinamis, yang percaya bahwa Tuhan akan bertindak sesuai dengan kedaulatan dan kuasa-Nya.
Anugerah Tuhan tidak pandang bulu. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghakimi orang yang mau menerima anugerah Tuhan. Kita malah harus bersyukur dan mendorong orang tersebut merespon anugerah itu dengan sikap yang sepadan, yaitu dengan beriman dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya. --Eddy Nugroho /Renungan Harian
* * *
KALAU KITA TIDAK BISA MERAIHNYA DENGAN KEKUATAN SENDIRI,
BERARTI HARUS ADA YANG MEMBERIKANNYA. ITULAH ANUGERAH.
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/

Ayat Alkitab: Yosua 2:8-24

2:8 Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh
2:9 dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.
2:10 Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.
2:11 Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.
2:12 Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya,
2:13 bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut."
2:14 Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: "Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu."
2:15 Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok itulah ia diam.
2:16 Berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah ke pegunungan, supaya pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu melanjutkan perjalananmu."
2:17 Kedua orang itu berkata kepadanya: "Kami akan bebas dari sumpah kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan--
2:18 sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.
2:19 Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah; tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya.
2:20 Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah kami dari sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan."
2:21 Perempuan itupun berkata: "Seperti yang telah kamu katakan, demikianlah akan terjadi." Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu pergi, maka berangkatlah mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela.
2:22 Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang. Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka.
2:23 Maka pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman mereka.
2:24 Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita."